Putu Putrayasa
Made Sumiarta
Sugiri, A.Md, S.Pd
Naproni, S.T
Hendrayudi, S.Kom
Rusidi, S.Kom
M. Romzi, S.Kom
Budi Kurniawan, S.Kom
Haris Saputro, S.T
Satria Novari, S.Kom
Sri Hartati, S.Kom
Defi Pujianto, S.Kom
Estiningrum, S.Kom
Suryanto, S.Kom
Nanik Triana, S.Kom
Pujianto, S.Kom
Wisnu Murti, S.Kom
Didik Arifin, A.Md
Kadarsih, S.T
Dewi Marlinawati, S.P
Marjilah, A.Md
Anggie Tristara, A.Md
Wednesday, 27 November 2013
Blog Resmi Akademi Manajemen Informatika dan Komputer AMIK AKMI Baturaja
Tuesday, 26 November 2013
Polres Oku tangkap lima bandar togel
Senin, 25 November 2013 19:03 WIB
Kapolres OKU AKBP Mulyadi SIk MH (Foto Antarasumsel.com/13/E
Permana)
Baturaja (ANTARA Sumsel) - Jajaran Polres Ogan Komering Ulu,
Sumatera Selatan, Senin berhasil meringkus lima orang tersangka bandar judi
toto gelap atau togel di wilayah itu.
Kapolres OKU, AKBP Mulyadi SIk MH, di dampingi Kasat Reskrim, AKP Zulkarnain SIk di Baturaja, Senin mengatakan bahwa para tersangka togel yakni Yo (30), warga SP Trans Batumarta, Si (35) dan Lam (38), warga Desa Tegal Arum, Kecamatan Baturaja Timur.
Ketiga tersangka berhasil ditangkap Unit Reskrim Polsek Baturaja Timur di Tempat Makam Pahlawan Desa Tegal Arum, Kelurahan Sepancar, Lawang Kulon, Senin.
"Dari tangan Yo kami berhasil menyita satu unit handphone (HP) Nokia dan Uang Rp770 ribu, sementara dari Si diamankan satu unit HP Mito, uang Rp240 ribu, 11 lembar rekapan togel, karbon dan pena. Sedangkan dari tersangka Lam polisi menyita tiga lembar rekap togel dan uang Rp100.000," ungkap Kapolres.
Selain Polsek Baturaja Timur, Satreskrim Polres OKU, hari yang sama sekitar pukul 13.00 WIB juga berhasil menangkap dua orang tersangka bandar togel di wilayah itu. Mereka adalah Ka (33), warga Jalan Komisaris Umar Kampung Sawah dan Yul (33), warga Batumarta Unit 1, Kecamatan Lubuk raja.
Dari tangan kedua tersangka, polisi berhasil menyita uang Rp35 ribu, empat unit HP yang berisi pesanan nomor togel, satu buku tafsir mimpi, satu lembar kertas panduan timbangan hadiah togel, tiga unit HP, satu lembar kupon togel pemasang dan uang Rp30.000, serta satu lembar tabel Sio dan rekapan nomor keluar perhari.
"Kelima pelaku saat ini sudah diamankan dan petugas terus melakukan pengembangan untuk menangkap bandar besar judi togel di OKU," katanya.
Catatan antarasumsel.com, Polres OKU selama beberapa bulan terakhir ini gencar melakukan razia baik di jalan umum maupun di hotel dan tempat-tempat hiburan di kawasan Kota Baturaja.
Hasilnya, Polres OKU mengamankan sejumlah tersangka kasus narkoba, judi toto gelap termasuk kasus kriminalitas lainnya.(E Permana)
Kapolres OKU, AKBP Mulyadi SIk MH, di dampingi Kasat Reskrim, AKP Zulkarnain SIk di Baturaja, Senin mengatakan bahwa para tersangka togel yakni Yo (30), warga SP Trans Batumarta, Si (35) dan Lam (38), warga Desa Tegal Arum, Kecamatan Baturaja Timur.
Ketiga tersangka berhasil ditangkap Unit Reskrim Polsek Baturaja Timur di Tempat Makam Pahlawan Desa Tegal Arum, Kelurahan Sepancar, Lawang Kulon, Senin.
"Dari tangan Yo kami berhasil menyita satu unit handphone (HP) Nokia dan Uang Rp770 ribu, sementara dari Si diamankan satu unit HP Mito, uang Rp240 ribu, 11 lembar rekapan togel, karbon dan pena. Sedangkan dari tersangka Lam polisi menyita tiga lembar rekap togel dan uang Rp100.000," ungkap Kapolres.
Selain Polsek Baturaja Timur, Satreskrim Polres OKU, hari yang sama sekitar pukul 13.00 WIB juga berhasil menangkap dua orang tersangka bandar togel di wilayah itu. Mereka adalah Ka (33), warga Jalan Komisaris Umar Kampung Sawah dan Yul (33), warga Batumarta Unit 1, Kecamatan Lubuk raja.
Dari tangan kedua tersangka, polisi berhasil menyita uang Rp35 ribu, empat unit HP yang berisi pesanan nomor togel, satu buku tafsir mimpi, satu lembar kertas panduan timbangan hadiah togel, tiga unit HP, satu lembar kupon togel pemasang dan uang Rp30.000, serta satu lembar tabel Sio dan rekapan nomor keluar perhari.
"Kelima pelaku saat ini sudah diamankan dan petugas terus melakukan pengembangan untuk menangkap bandar besar judi togel di OKU," katanya.
Catatan antarasumsel.com, Polres OKU selama beberapa bulan terakhir ini gencar melakukan razia baik di jalan umum maupun di hotel dan tempat-tempat hiburan di kawasan Kota Baturaja.
Hasilnya, Polres OKU mengamankan sejumlah tersangka kasus narkoba, judi toto gelap termasuk kasus kriminalitas lainnya.(E Permana)
Editor: Parni
COPYRIGHT © 2013
COPYRIGHT © 2013
Pol PP dan Polres OKU Jadwalkan Razia Tempat Hiburan Plus Plus
Pol PP dan Polres OKU Jadwalkan
Razia Tempat Hiburan Plus Plus
Posted on Nov 21, 2013 by Baturaja Online
BATURAJA – Polisi Pamong Praja Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera
Selatan, bekerja sama dengan instansi terkait akan menertibkan seluruh tempat
hiburan seperti kafe, warung remang-remang, dan panti pijat diduga melakukan
praktik mesum di daerah itu. “Saat ini kami sudah berkoordinasi dengan Polres
Ogan Komering Ulu (OKU) untuk mengatur jadwal razia tempat hiburan tersebut,”
kata Kasat Polisi Pamong Praja OKU, Agus Salim di Baturaja, Rabu. Dia
menjelaskan, sejak beberapa tahun terakhir, praktik prostitusi dan perdagangan
wanita semakin marak di Kota Baturaja ibukota Kabupaten OKU. Modus yang
dilakukan dengan “menyulap” tempat usaha tersebut menjadi salon, panti pijat,
serta tempat karoke keluarga. Kondisi itu, lanjut dia, semakin parah setelah
lokalisasi Sepancar di Kecamatan Baturaja Timur yang hanya berjarak sekitara 15
kilometer dari pusat kota ditutup dan dibakar massa setahun lalu. “Sebelumnya
hanya sedikit tempat maksiat berkedok salon, panti pijat dan tempat karokean,
namun sejak lokalisasi Sepancar ditutup, pertumbuhan tempat mesum di daerah itu
semakin marak,” katanya. Agus mengatakan, pihaknya sudah sering melakukan razia
dan penertiban tempat mesum tersebut, namun bukannya berkurang, malah jumlahnya
semakin banyak. “Para germonya bahkan berani mendatangkan wanita penghibur dari
luar provinsi seperti Bandung, Jawa Barat dan Bandar Lampung,” ungkapnya. Untuk
itu, pihaknya mencoba mencari formula lain untuk menertibkan tempat maksiat
tersebut, salah satunya berkoordinasi dengan Polres OKU melakukan razia. “Kita
ingin agar pemilik tempat usaha mesum di sini dijatuhi hukuman pidana, sebab
diduga melakukan perdagangan wanita,” tegasnya. Ia berharap, sanksi pidana
tersebut dapat memberikan efek jera kepada pemilik modal agar tidak lagi
membuka usaha pelacuran, sehingga Kota Baturaja bisa tertib. “Tidak ada istilah
dibekingi oleh siapapun, dalam waktu dekat seluruh tempat maksiat itu harus ditutup,”
katanya.
diambil dari: Baturaja Online
Monday, 25 November 2013
Latar Belakang AMIK AKMI Baturaja
Berawal dari sebuah perusahaan yang bernama C.V. Mitragama, yang didirikan pada
tahun 1998, lahir sebuah yayasan dengan nama Yayasan Pendidikan Mitragama.
Adapun tujuan didirikannya yayasan Pendidikan Mitragama adalah untuk
mengembangkan dan menyebarluaskan teknologi komputer secara sistematis dan
ilmiah melalui penyelenggaraan pendidikan yang berkualitas. Dari yayasan
tersebut lahirlah sebuah Perguruan Tinggi dengan nama Akademi Manajemen
Informatika dan Komputer AKMI Baturaja, sebagai gagasan seorang praktisi
komputer dan sekaligus Direktur Utama C.V. Mitragama bernama Putu Putrayasa dan
seorang lulusan Universitas Negeri Yogyakarta bernama Sugiri, A.Md., S.Pd.
Tujuan pendirian Perguruan Tinggi Akademi Manajemen Informatika dan Komputer AKMI Baturaja adalah menyelenggarakan pendidikan tinggi yang dapat Menghasilkan anggota masyarakat yang bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak tinggi, berbudaya Indonesia, bersemangat ilmiah, serta memiliki kemampuan akademik, dan suatu profesionalisasi dan sanggup berkinerja baik di lingkungan kerjanya, serta mampu menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi serta mengembangkan kemampuan diri terhadap tuntutan kemajuan di bidangnya, dan berperan dalam pemeliharaan dan operasi proses produksi.
Menghasilkan ilmu pengetahuan dan teknologi baru, menghasilkan peneliti dan pemikir, serta memutakhirkan pengetahuan dan kemampuan agar sistem berdaya dalam menghimpun, mengalihkan, menyebarkan, menafsirkan, dan menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang telah ada bagi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat
Tujuan pendirian Perguruan Tinggi Akademi Manajemen Informatika dan Komputer AKMI Baturaja adalah menyelenggarakan pendidikan tinggi yang dapat Menghasilkan anggota masyarakat yang bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak tinggi, berbudaya Indonesia, bersemangat ilmiah, serta memiliki kemampuan akademik, dan suatu profesionalisasi dan sanggup berkinerja baik di lingkungan kerjanya, serta mampu menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi serta mengembangkan kemampuan diri terhadap tuntutan kemajuan di bidangnya, dan berperan dalam pemeliharaan dan operasi proses produksi.
Menghasilkan ilmu pengetahuan dan teknologi baru, menghasilkan peneliti dan pemikir, serta memutakhirkan pengetahuan dan kemampuan agar sistem berdaya dalam menghimpun, mengalihkan, menyebarkan, menafsirkan, dan menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang telah ada bagi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat
AKMI Kampusku...... ^-^
SELAYANG PANDANG
Akmi adalah salah satu kampus yang Ternama dan Terakreditasi di Baturaja. Kampus AKMI didirikan pada tanggal 17 Juli 2001. Kampus ini terletak di Jl. A. Yani No. 0267 A, tanjung baru, Baturaja timur, Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan, Indonesia.
Pada awalnya didirikan oleh perusahaan C.V. Mitragama, pada tahun 1998. Adapun tujuan didirikannya yayasan Pendidikan Mitragama adalah untuk mengembangkan dan menyebarluaskan teknologi komputer secara sistematis dan ilmiah melalui penyelenggaraan pendidikan yang berkualitas. Dari yayasan tersebut lahirlah sebuah Perguruan Tinggi dengan nama Akademi Manajemen Informatika dan Komputer AKMI Baturaja, sebagai gagasan seorang praktisi komputer dan sekaligus Direktur Utama C.V. Mitragama bernama Putu Putrayasa dan seorang lulusan Universitas Negeri Yogyakarta bernama Sugiri, A.Md., S.Pd.
Tujuan pendirian Perguruan Tinggi Akademi Manajemen Informatika dan Komputer AKMI Baturaja adalah menyelenggarakan pendidikan tinggi yang dapat Menghasilkan anggota masyarakat yang bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak tinggi, berbudaya Indonesia, bersemangat ilmiah, serta memiliki kemampuan akademik, dan suatu profesionalisasi dan sanggup berkinerja baik di lingkungan kerjanya, serta mampu menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi serta mengembangkan kemampuan diri terhadap tuntutan kemajuan di bidangnya, dan berperan dalam pemeliharaan dan operasi proses produksi.
TERBUKTINYA KAMPUS AKMI TERAKREDITASI
Proses akreditasi yang memakan waktu cukup lama akhirnya berujung pada hasil yang memuaskan, hal ini disebabkan pada tanggal 10 Januari 2009 BAN PT (Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi) telah memutuskan atas program studi Manajemen Informatika (MI) Diploma III dengan nomor : 024/BANPT /AK-VIII/DpI-III/I/2009 telah terakreditasi.
Direktur AMIK AKMI Baturaja, Naproni, S.T mengucapkan "Walaupun untuk pertama kalinya mengajukan proses akreditasi, AKMI Baturaja langsung lulus seleksi akreditasi dengan nilai hampir 300 poin. Hal ini menunjukkan bahwa apa yang selama ini dilakukan telah memenuhi standar pendidikan yang telah diinginkan pemerintah".
Akreditasi tersebut menunjukkan perguruan tinggi AMIK ”AKMI” Baturaja peduli akan kualitas dan prestasi yang pada akhirnya berguna bagi para alumninya untuk bekerja di skala nasional sekalipun.
"Dengan demikian untuk masalah perijinanan dan pengakuan pemerintah serta DUDI (Dunia Usaha dan Dunia Industri) AKMI telah terbukti" ujar Direktur AMIK AKMI Baturaja, Naproni, S.T
Pada awalnya didirikan oleh perusahaan C.V. Mitragama, pada tahun 1998. Adapun tujuan didirikannya yayasan Pendidikan Mitragama adalah untuk mengembangkan dan menyebarluaskan teknologi komputer secara sistematis dan ilmiah melalui penyelenggaraan pendidikan yang berkualitas. Dari yayasan tersebut lahirlah sebuah Perguruan Tinggi dengan nama Akademi Manajemen Informatika dan Komputer AKMI Baturaja, sebagai gagasan seorang praktisi komputer dan sekaligus Direktur Utama C.V. Mitragama bernama Putu Putrayasa dan seorang lulusan Universitas Negeri Yogyakarta bernama Sugiri, A.Md., S.Pd.
Tujuan pendirian Perguruan Tinggi Akademi Manajemen Informatika dan Komputer AKMI Baturaja adalah menyelenggarakan pendidikan tinggi yang dapat Menghasilkan anggota masyarakat yang bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak tinggi, berbudaya Indonesia, bersemangat ilmiah, serta memiliki kemampuan akademik, dan suatu profesionalisasi dan sanggup berkinerja baik di lingkungan kerjanya, serta mampu menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi serta mengembangkan kemampuan diri terhadap tuntutan kemajuan di bidangnya, dan berperan dalam pemeliharaan dan operasi proses produksi.
TERBUKTINYA KAMPUS AKMI TERAKREDITASI
Proses akreditasi yang memakan waktu cukup lama akhirnya berujung pada hasil yang memuaskan, hal ini disebabkan pada tanggal 10 Januari 2009 BAN PT (Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi) telah memutuskan atas program studi Manajemen Informatika (MI) Diploma III dengan nomor : 024/BANPT /AK-VIII/DpI-III/I/2009 telah terakreditasi.
Direktur AMIK AKMI Baturaja, Naproni, S.T mengucapkan "Walaupun untuk pertama kalinya mengajukan proses akreditasi, AKMI Baturaja langsung lulus seleksi akreditasi dengan nilai hampir 300 poin. Hal ini menunjukkan bahwa apa yang selama ini dilakukan telah memenuhi standar pendidikan yang telah diinginkan pemerintah".
Akreditasi tersebut menunjukkan perguruan tinggi AMIK ”AKMI” Baturaja peduli akan kualitas dan prestasi yang pada akhirnya berguna bagi para alumninya untuk bekerja di skala nasional sekalipun.
"Dengan demikian untuk masalah perijinanan dan pengakuan pemerintah serta DUDI (Dunia Usaha dan Dunia Industri) AKMI telah terbukti" ujar Direktur AMIK AKMI Baturaja, Naproni, S.T
SPBU Airkarang Baturaja Diskorsing
SRIPOKU.COM/LENI
JUWITA
SBPU
24-321-61 Airkarang Baturaja diskorsing sementara karena terbukti menjual BBM
solar bersubsidi kepada spekulan, terhitung sejak 1 November 2013 (satu bulan).
Petugas TBBM Pertamina Baturaja sedang memasang spanduk, Jumat
(1/11/2013).
SRIPOKU.COM, BATURAJA - SBPU Airkarang Baturaja diskorsing sementara karena terbukti menjual BBM solar bersubsidi kepada spekulan, terhitung sejak 1 November 2013 hingga satu bulan kedepan TBBM Pertamina Baturaja tidak akan menyuplai solar kepada SPBU 24-321-61.
Operation
Head Terminal Bahan Bakar Minyak Baturaja
Bimo Sagus Ariyanto yang ditemui saat melakukan pembinaan di SPBU
Airkarang mengatakan pihaknya terpaksa memberikan pembinaan berupa penyetopan
pengiriman BBM Solar selama satu bulan kepada SPBU
24-321-61 Air karang Baturaja.
Tindakan ini
untuk menindaklanjuti hasil pemeriksaan dari Polres OKU terhadap pelaku yang
diduga hendak menimbun BBM, karena tertangkap saat mengisi BBM berulang-ulang
di SPBU
di antaranya SPBU Airkarang sekitar satu bulan lalu.
Pembinaan
terhadap SPBU Airkarang ini adalah pembinaan SPBU
yang kedua setelah SPBU Pengaringan. Saat ini masih ada satu lagi SPBU
yang masih dalam penyidikan Polres OKU yaitu SPBU
Air Pauh.
Di
kesempatan itu juga dilakukan pemasangan sapnduk pemberitahuan kepada khalayak
tentang status SPBU Airkarang yang sedang kena skorsing.
Pemasangan
spanduk pemberitahuan SPBU masih dalam pembinaan disaksikan juga oleh
Sales Executive Region II Pertamina Area Sumsel, Reggi Senjang Para Magarsita.
Di
kesempatan itu OH TBBM, Bimo bila masih juga melakukan kesalahan kembali maka
bisa diperpanjang masa penyetopan penyaluran BBM. Dan bila masih juga membandel
akan dilakukan evaluasi manajemen yang bisa berakibat pencabutan izin.
Meskipun SPBU
Airkarang tidak akan dikirim solar, namun untuk BBM jenis premium masih tetap
disuplai.
Jatah solar
yang semestinya dikirim ke SPBU Airkarang akan dialihkan ke SPBU
lain dalam Kota Baturaja selama satu bulan SPBU
Airkarang diskorsing.
Di
kesempatan itu OH TBBM Baturaja Bimo Sagus Ariyanto mengimbau masyarakat
agar tetap tenang meskipun satu SPBU
diskorsing.
“Masyarakat
tidak usah resah dan takut kekurangan Solar,“ imbuh bimo seraya menambahkan
jatah SPBU yang masih dalam masa pembinaan akan
disalurkan kepada SPBU lainnya yang ada dalam kota Baturaja.
Dijelaskan
Bimo, TBBM Baturaja setiap harinya menyalurkan Premium
sekitar 20 KL dan Solar 10 KL.
Kepada SPBU Airkarang.
Kepada SPBU Airkarang.
TBBM
menyalurkan 200 KL dan Solar 100 KL kepada delapan SPBU
di Kabupaten OKU. Jumlah tersebut lebih dari cukup apabila tidak ada spekulan yang
membeli berulang-ulang di SPBU.
OH TBBM Baturaja
juga mengimbau semua pemilik SPBU agar betul-betul mengontrol para operatornya
jangan sampai menjual kepada spekulan karena itu sangat merugikan. Sebab
sekarang ini selain pengawas dari Pertamina polisi juga melakukan pengawasan.
“Apabila
pemilik SPBU tidak melakukan pengawasan ketat kepada
petugas operator tidak tertutup kemungkinan ada yang main mata,” tandas Bimo
seraya menambahkan yang akan kena dampaknya pemilik SPBU.
Terkait #SPBU #Baturaja #PERTAMINA
Subscribe to:
Posts (Atom)

